Assalamualaikum Wr. Wb. :)
Kali ini teman saya Nur Wahyuni dari X10 mau menyumbangkan cerita liburannya :D, inilah ceritanya. . :
Liburan Lebaran ini aku ingin berbagi cerita dengan kalian,mungkin bahasa yang aku gunakan kurang bagus tolong dimaklumi,karena beginilah adanya.
Ku awali ceritaku ketika aku dan teman-teman SMP ku merencanakan untuk mengadakan BUBER (BUka BERsama),ada juga yang menyebutnya BUBAR (BUka BAReng).Kami merencanakannya secara tidak langsung melalui jejaring sosial Facebook,tapi semakin hari rencana itu tak kunjung mencapai kesepakatan,karena kalian semua pasti tahu,tanpa bertatap muka hal tersebut tidak akan bisa terealisasi.
Akhirnya teman-temanku memutuskan untuk bertemu di SMP kami tercinta.Tapi sayangnya,aku dan teman-teman satu desaku yang lain tidak bisa ikut,karena ada perbaikan jembatan didesa kami dan tidak ada jalan lain untuk bisa sampai kesekolah kami.
Sedikit cerita tentang desaku.Desaku dikelilingi sungai Bengawan Solo,sehingga akses menuju desa lain sangat terbatas,hingga suatu hari dibangunlah sebuah jembatan yang bisa menghubungkan 2 desa yang terpisah.Tapi karena dirasa kurang memuaskan akhirnya jembatan itu direnovasi lagi,sehingga menyulitkan aku dan teman-teman sebagai pengguna setianya.Jangan bayangkan seperti apa jika kalian menjadi aku.
Kembali kecerita semula,akhirnya aku mendapat SMS dari temanku,dia mengabarkan kalo BUBER akan dilaksanakan pada hari Jumat dirumah temanku yang pastinya bisa dijangkau oleh teman-temanku yang lain.Tapi aku masih bingung bagaimana caranya hari Jumat nanti aku bisa sampai disana,mengingat kondisi jembatan yang tidak memungkinkan tersebut.Akhirnya kami sepakat untuk menggunakan jembatan tersebut sebagai sarana penyeberangan,karena kabarnya jembatan sudah bisa digunakan walaupun tidak semulus sebelumnya.
Hari H pun tiba,temanku dari desa yang lain datang untuk menjemputku.Ketika dia sampai dirumahku aku bertanya padanya “Bagaimana tadi dijembatan?Apa kau bisa melewatinya tanapa halangan?”, “Hmmm,,,jembatan itu membuatku gugup,bagaimana tidak bentuknya saja seperti roller coaster,tapi untungnya dengan penuh keberanian aku berhasil melewatinya”,jawabnya dengan penuh rasa bangga dan sedikit ngos-ngosan.Jangan bayangkan seperti apa jembatan berbentuk roller coaster itu!
Akhirnya sampailah aku dan teman-temanku ditempat acara,disana kami menumpahkan semua kerinduan,karena sudah lama tak bertemu.Waktu berbuka tiba,kami menyantap makanan yang disediakan oleh tuan rumah,setelah makan kami pergi ke masjid terdekat untuk menunaikan shalat Maghrib.Setelah shalat,kami kembali ke tempat acara untuk berpamitan dan segera pulang karena hari sudah malam.Aku berboncengan dengan temanku,tapi masalahnya dia beda desa denganku,sedangkan teman satu desaku membonceng teman yang lain.Temanku menurunkanku dijembatan roller coaster tersebut (kita sebut saja begitu),jembatan itu sangat gelap dan penuh dengan cowok-cowok.
Aku berniat menunggu temanku yang masih belum sampai,tapi aku mendapat SMS kalau motornya mogok dijalan,sehingga dia menyuruhku untuk pulang terlebih dulu.Saat aku beranjak pergi ada yang menawarkan untuk mengantarku,tapi kelihatannya cowok itu sedang mabuk,otomatis aku menolak tawarannya,karena takut akhirnya aku berlari.Lalu aku menelpon kakakku dan memintanya menjemputku.Saat menunggu kakakku perasaanku masih tidak karuan,akhirnya kakakku datang dan aku bisa pulang dengan selamat.
Itulah ceritaku,sekali lagi mohon dimaklumi jika bahasanya amburadul dan tidak menarik.Ini ceritaku,apa ceritamu??(korban iklan)..
:D
By:Nur Wahyuni (X.10)
Kali ini teman saya Nur Wahyuni dari X10 mau menyumbangkan cerita liburannya :D, inilah ceritanya. . :
Liburan Lebaran ini aku ingin berbagi cerita dengan kalian,mungkin bahasa yang aku gunakan kurang bagus tolong dimaklumi,karena beginilah adanya.
Ku awali ceritaku ketika aku dan teman-teman SMP ku merencanakan untuk mengadakan BUBER (BUka BERsama),ada juga yang menyebutnya BUBAR (BUka BAReng).Kami merencanakannya secara tidak langsung melalui jejaring sosial Facebook,tapi semakin hari rencana itu tak kunjung mencapai kesepakatan,karena kalian semua pasti tahu,tanpa bertatap muka hal tersebut tidak akan bisa terealisasi.
Akhirnya teman-temanku memutuskan untuk bertemu di SMP kami tercinta.Tapi sayangnya,aku dan teman-teman satu desaku yang lain tidak bisa ikut,karena ada perbaikan jembatan didesa kami dan tidak ada jalan lain untuk bisa sampai kesekolah kami.
Sedikit cerita tentang desaku.Desaku dikelilingi sungai Bengawan Solo,sehingga akses menuju desa lain sangat terbatas,hingga suatu hari dibangunlah sebuah jembatan yang bisa menghubungkan 2 desa yang terpisah.Tapi karena dirasa kurang memuaskan akhirnya jembatan itu direnovasi lagi,sehingga menyulitkan aku dan teman-teman sebagai pengguna setianya.Jangan bayangkan seperti apa jika kalian menjadi aku.
Kembali kecerita semula,akhirnya aku mendapat SMS dari temanku,dia mengabarkan kalo BUBER akan dilaksanakan pada hari Jumat dirumah temanku yang pastinya bisa dijangkau oleh teman-temanku yang lain.Tapi aku masih bingung bagaimana caranya hari Jumat nanti aku bisa sampai disana,mengingat kondisi jembatan yang tidak memungkinkan tersebut.Akhirnya kami sepakat untuk menggunakan jembatan tersebut sebagai sarana penyeberangan,karena kabarnya jembatan sudah bisa digunakan walaupun tidak semulus sebelumnya.
Hari H pun tiba,temanku dari desa yang lain datang untuk menjemputku.Ketika dia sampai dirumahku aku bertanya padanya “Bagaimana tadi dijembatan?Apa kau bisa melewatinya tanapa halangan?”, “Hmmm,,,jembatan itu membuatku gugup,bagaimana tidak bentuknya saja seperti roller coaster,tapi untungnya dengan penuh keberanian aku berhasil melewatinya”,jawabnya dengan penuh rasa bangga dan sedikit ngos-ngosan.Jangan bayangkan seperti apa jembatan berbentuk roller coaster itu!
Akhirnya sampailah aku dan teman-temanku ditempat acara,disana kami menumpahkan semua kerinduan,karena sudah lama tak bertemu.Waktu berbuka tiba,kami menyantap makanan yang disediakan oleh tuan rumah,setelah makan kami pergi ke masjid terdekat untuk menunaikan shalat Maghrib.Setelah shalat,kami kembali ke tempat acara untuk berpamitan dan segera pulang karena hari sudah malam.Aku berboncengan dengan temanku,tapi masalahnya dia beda desa denganku,sedangkan teman satu desaku membonceng teman yang lain.Temanku menurunkanku dijembatan roller coaster tersebut (kita sebut saja begitu),jembatan itu sangat gelap dan penuh dengan cowok-cowok.
Aku berniat menunggu temanku yang masih belum sampai,tapi aku mendapat SMS kalau motornya mogok dijalan,sehingga dia menyuruhku untuk pulang terlebih dulu.Saat aku beranjak pergi ada yang menawarkan untuk mengantarku,tapi kelihatannya cowok itu sedang mabuk,otomatis aku menolak tawarannya,karena takut akhirnya aku berlari.Lalu aku menelpon kakakku dan memintanya menjemputku.Saat menunggu kakakku perasaanku masih tidak karuan,akhirnya kakakku datang dan aku bisa pulang dengan selamat.
Itulah ceritaku,sekali lagi mohon dimaklumi jika bahasanya amburadul dan tidak menarik.Ini ceritaku,apa ceritamu??(korban iklan)..
:DBy:Nur Wahyuni (X.10)











0 komentar:
Posting Komentar